Swap merupakan sebuah Virtual Memori (memory bayangan), yang mempunyai fungsi sebagai memori tambahan untuk memori fisik (RAM) dikomputer kita. Di semua sistem operasi (termasuk Linux) memori mempunyai fungsi sebagai tempat untuk penyimpanan sementara berbagai macam modul dan driver-driver yang dibutuhkan untuk menjalankan suatu sistem operasi, yang sekaligus juga digunakan untuk menjalankan aplikasi-aplikasi yang kita jalankan, kekurangan dari memori fisik adalah kapasitasnya yang relatif kecil, sehingga terkadang system terasa lambat dikarenakan penggunaan memori fisik di system telah penuh terpakai, untuk mengatasi hal tersebut maka digunakanlah suatu metode yang dikenal dengan Virtual Memori, di sistem Linux memori bayangan ini biasanya merupakan suatu partisi di hardisk yang mempunyai tipe file sistem Linux Swap, akan tetapi sebenarnya di Linux kita bisa membuat ataupun menambahkan Virtual Memori tanpa mengubah partisi di hardisk yaitu dengan menggunakan file yang mempunyai ekstensi (jenis file) misalnya contoh.swp yang akan kita gunakan sebagai Virtual Memory.

Linux Swap merupakan file sistem yang dikembangkan oleh Linux untuk dimanfaatkan pada file swap OS Linux. File swap merupakan file yang berfungsi sebagai ruang penyimpanan sementara data memori. Dengan adanya file swap, maka sistem operasi dapat melakukan penyimpanan bit-bit data dari program yang sedang tidak digunakan pada hard disk. Pemakaian file swap akan membantu kecepatan pengeksekusian program pada sistem operasi Linux.

Swap banyak membantu saat akan menginstall sistem operasi lain dalam komputer (multi-OS) swap menyediakan tempat yang dapat dipakai bersama-sama jika kita menginstall Linux lebih dari satu. Jika kita akan menggunakan multi sistem operasi pada komputer, maka perlu diketahui salah satu perbedaan mendasar antara sistem operasi Windows dan sistem operasi Linux terletak pada cara pengidentifikasian partisi. Windows mengalokasikan label huruf pada drive berdasarkan susunan partisi yang dikenalinya dan tidak menamai disk secara spesifik, sedangkan Linux memakai posisi disk berdasarkan pada interface dan pada susunan partisi setiap disk.
Diposkan oleh Nink Ellyza di 00:05 0 komentar
CARA PEMBUATAN SWAP

Disini kita akan mencoba untuk membuat Swap tambahan dengan menggunakan file yang berfungsi sebagai Virtual Memory tambahan, dan berikut marupakan langkah-langkahnya:

~$su

~$password: (kemudian masukan password root anda)

Diasumsikan kita telah login sebagai pengguna biasa (user), kemudian perintah su (substitute user) digunakan untuk masuk sebagai super user (Administrator), langkah selanjutnya adalah membuat file kosong dengan nama contoh.swp, Letakan saja dibawah direktori root ( / ), disini kita akan membuat sebuah file dengan ukuran 300M (sesuaikan saja dengan kebutuhan kita). bs menunjukkan satuan ukuran dan count menunjukkan jumlah pengalinya.

~#dd if=/dev/zero of=/swap.swp bs=1M count=300

Perintah dd mempunyai fungsi memerintahkan sistem untuk melakukan copy image dari suatu file, bs digunakan untuk menunjukan ukuran file, dan count akan menunjukan jumlah pengalinya

~#mkswap /swap.swp

Perintah mkswap digunakan untuk menjadikan file yang baru saja kita buat menjadi sebuah swap (Virtual Memory)

~$vi /etc/fstab

Supaya swap tersebut aktif setiap kali komputer booting maka kita perlu melakukan sedikit perubahan file /etc/fstab dan kemudiankita tambahkan baris berikut :

/swap.swp none swap sw 0 0

Dan kemudian jalankan perintah berikut :

~$swapon -a

Perintah swapon digunakan untuk mengktifkan semua swap di system Linux kita, sedangkan option –a mempunyai arti all (semua)

~$free

Dan untuk melihat hasilnya kita dapat menggunakan perintah free yang mempunyai fungsi untuk melihat memory kosong (termasuk swap) di komputer kita.
Diposkan oleh Nink Ellyza di 00:04 0 komentar
PARTISI HARDISK DI GNU/LINUX

Partisi adalah space/ruang dalam hardisk yang dibagi-bagi dengan kapasitas tertentu dengan file system tertentu.Pada dasarnya, hardisk dapat dibagi menjadi maksimal 4 partisi primer. Salah satu partisi primer tersebut bisa digunakan sebagai partisi primer extended yang dapat di bagi menjadi partisi-patisi sekunder/logical partition.

Partisi logika ini tidak memiliki batasan jumlah. Kita bisa membuatnya sebanyak mungkin asal kapasitas hardisk memadai. Partisi adalah bagian yang amat esensial dalam GNU/Linux. Umumnya, Linux hanya memerlukan dua partisi saja. Partisi Swap dan root (/). Secara rinci, kita bisa saja membuat lebih dari dua partisi untuk GNU/Linux. Misalnya, partisi khusus untuk direktori /boot, /home, /usr, /bin, /var, /etc atau partisi tambahan lainnya. Tapi, bagi pemula, cukup membagi-nya menjadi 3 partisi saja. Partisi swap (2x RAM komputer saya), partisi root (/) untuk bernaungnya direktori lain, dan partisi /home untuk menyimpan data-data.

Partisi khusus untuk direktori /home diperlukan untuk menghindari kehilangan data saat sistem crash dan perlu di-reinstalasi. Setiap partisi memiliki kebutuhan file sistem (fs) tersendiri. Partisi swap ber-fs swap. Partisi root (/) dengan kapasitas minimal 2 Gb, ber-fs pilih saja) ext2, ext3 atau Reiserfs.